Makanan yang Disarankan untuk Ibu Menyusui
![]() |
| Photo by kevin liang on Unsplash |
Makan Sehat untuk ASI Berkualitas
Setelah perjuangan melahirkan, ibu masih punya satu "misi besar": menyusui. Tapi tahukah kamu, kualitas ASI bisa sangat dipengaruhi oleh pola makan? Meski ASI akan tetap terbentuk, pilihan makanan yang tepat bisa membantu tubuh memproduksi ASI yang lebih kaya gizi dan mencukupi kebutuhan bayi—sekaligus menjaga stamina dan kesehatan ibu sendiri.
Yuk, kita bahas makanan-makanan yang disarankan untuk ibu menyusui agar proses laktasi berjalan lancar dan menyenangkan!
1. Karbohidrat Kompleks: Energi Tahan Lama
Karbohidrat adalah sumber utama energi, terutama untuk ibu menyusui yang sering begadang dan tetap harus aktif. Tapi bukan sembarang karbohidrat, ya—karbohidrat kompleks lebih baik karena dicerna lebih lambat dan memberi energi lebih stabil.
✅ Pilihan terbaik:
-
Nasi merah
-
Oatmeal
-
Roti gandum utuh
-
Kentang rebus
-
Ubi jalar
Selain mengenyangkan, jenis karbohidrat ini juga tinggi serat, yang membantu mencegah sembelit (masalah umum pasca melahirkan).
2. Protein Berkualitas Tinggi: Bangun Jaringan dan Produksi Hormon
Protein penting banget dalam proses menyusui karena membantu regenerasi sel, produksi hormon laktasi, dan menjaga kekuatan tubuh ibu.
✅ Pilihan terbaik:
-
Telur (kaya kolin untuk perkembangan otak bayi)
-
Ayam tanpa kulit
-
Ikan laut rendah merkuri (salmon, sarden, tuna)
-
Daging sapi tanpa lemak
-
Tahu dan tempe (protein nabati lengkap)
-
Kacang-kacangan
Ikan seperti salmon juga mengandung DHA, asam lemak omega-3 penting untuk perkembangan otak dan mata bayi.
3. Lemak Sehat: Dukung Perkembangan Otak Bayi
Lemak sangat penting, tapi pilihlah lemak baik yang bisa mendukung fungsi tubuh dan pembentukan ASI.
✅ Pilihan terbaik:
-
Alpukat
-
Minyak zaitun
-
Ikan berlemak
-
Kacang almond dan kenari
-
Biji chia dan flaxseed
Hindari lemak trans dan makanan yang digoreng berulang kali karena bisa menurunkan kualitas kesehatan ibu.
4. Sayur dan Buah: Sumber Serat, Vitamin, dan Antioksidan
Sayur dan buah segar wajib dikonsumsi setiap hari. Selain kaya vitamin dan mineral, kandungan airnya juga membantu hidrasi tubuh.
✅ Sayuran terbaik:
-
Bayam (zat besi, folat, kalsium)
-
Brokoli (vitamin C, K, dan serat)
-
Daun katuk (dikenal bantu produksi ASI)
-
Wortel (beta-karoten)
-
Asparagus
✅ Buah-buahan terbaik:
-
Pepaya (laktagog alami)
-
Jeruk (vitamin C)
-
Pisang (energi cepat)
-
Apel (serat dan antioksidan)
-
Alpukat (lemak sehat + kalori)
Tips: Konsumsi sayur matang dan buah segar, bukan yang diawetkan atau kalengan.
5. Produk Susu dan Alternatifnya: Kalsium untuk Tulang Kuat
Kalsium dibutuhkan untuk mengganti cadangan yang dikeluarkan lewat ASI. Jika asupan kalsium kurang, tubuh ibu akan mengambil dari tulang sendiri!
✅ Pilihan terbaik:
-
Susu rendah lemak
-
Yogurt probiotik
-
Keju
-
Susu kedelai fortifikasi
-
Tahu (juga mengandung kalsium tinggi)
Pastikan kamu mendapatkan sekitar 1.000 mg kalsium per hari dari makanan dan/atau suplemen jika direkomendasikan dokter.
6. Makanan Penambah ASI (Laktagog)
Beberapa makanan dikenal secara turun-temurun dapat membantu meningkatkan produksi ASI. Walaupun bukti ilmiahnya masih terbatas, banyak ibu merasakan manfaatnya.
✅ Makanan laktagog populer:
-
Daun katuk
-
Daun kelor
-
Fenugreek (kelabat)
-
Bawang putih
-
Oatmeal
-
Almond
-
Air rebusan kacang hijau
-
Kurma
Catatan: Respons tiap ibu bisa berbeda. Tidak semua makanan laktagog bekerja pada semua orang, jadi amati reaksi tubuhmu sendiri, ya.
7. Minuman yang Mendukung Menyusui
Selain makanan, cairan juga berperan penting dalam menjaga kelancaran ASI. Dehidrasi bisa membuat tubuh terasa lelah dan produksi ASI menurun.
✅ Minuman yang disarankan:
-
Air putih (utama!)
-
Air kelapa muda
-
Susu dan produk olahannya
-
Infused water
-
Teh herbal (seperti fenugreek atau teh daun katuk)
Hindari konsumsi berlebihan minuman berkafein (kopi, teh pekat) dan hindari alkohol sepenuhnya.
8. Contoh Menu Seimbang Sehari untuk Ibu Menyusui
Kesimpulan: Makan Baik, Menyusui Lebih Mudah
Menyusui adalah proses alami, tapi tetap perlu dukungan nutrisi yang cukup dan seimbang. Dengan mengonsumsi makanan yang tepat, kamu tidak hanya memastikan bayi tumbuh sehat dan kuat, tapi juga menjaga tubuhmu sendiri tetap prima dalam menjalani peran sebagai ibu.
Ingat, kamu tidak harus makan “sempurna” setiap saat. Kuncinya adalah konsisten dan sadar akan apa yang masuk ke tubuh. Setiap gigitan yang bergizi adalah investasi untuk kesehatan dua jiwa: kamu dan si kecil.
Kalau kamu sudah menyusun daftar belanja minggu ini, sudahkah kamu memasukkan makanan yang mendukung kualitas ASI dan kesehatanmu sebagai prioritas?
📚 Daftar Pustaka:
-
Kementerian Kesehatan RI. (2020). Pedoman Gizi Seimbang untuk Ibu Menyusui
-
World Health Organization. (2020). Nutrition for breastfeeding mothers
-
Academy of Nutrition and Dietetics. (2019). Healthy Eating Tips for Breastfeeding Moms
-
Riordan, J., & Wambach, K. (2015). Breastfeeding and Human Lactation
-
Dewey, K. G. (2001). Maternal and fetal requirements for protein during pregnancy and lactation. American Journal of Clinical Nutrition.


No comments:
Post a Comment
Tinggalkan Jejak Bacaan Anda disini!