Thursday, January 29, 2026

4.3. Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari

 Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari dan Dibatasi Selama Menyusui

Photo by Vitalii Khodzinskyi on Unsplash

Tidak Semua Aman untuk Ibu Menyusui

Menjadi ibu menyusui berarti tidak hanya memberi nutrisi terbaik untuk bayi, tapi juga berhati-hati pada apa yang dikonsumsi setiap hari. Ya, walau ASI adalah anugerah alami, zat-zat tertentu dari makanan dan minuman bisa terserap ke dalam ASI dan berdampak pada si kecil—baik dari sisi rasa, kualitas, hingga reaksinya pada tubuh bayi.

Nah, biar kamu makin siap mendukung proses menyusui yang optimal, yuk kenali makanan dan minuman apa saja yang perlu dihindari atau dibatasi selama masa menyusui.


1. Kafein: Boleh, Tapi Jangan Kebanyakan

Kafein dari kopi, teh, dan cokelat bisa masuk ke dalam ASI dalam kadar kecil. Bayi, terutama yang baru lahir, belum bisa memetabolisme kafein dengan efisien. Akibatnya, mereka bisa menjadi lebih rewel, sulit tidur, atau mengalami gangguan pencernaan.

⚠️ Batas aman konsumsi:

  • Maksimal 300 mg kafein per hari (setara 2 cangkir kopi seduh)

❌ Hindari:

  • Minuman energi

  • Kopi instan berlebihan

  • Teh pekat, terutama menjelang tidur

Tips: Kalau ragu, pilih kopi tanpa kafein (decaf) atau herbal tea yang aman untuk ibu menyusui.


2. Alkohol: Hindari Sebisa Mungkin

Alkohol bisa masuk ke dalam ASI dalam waktu 30–60 menit setelah dikonsumsi dan mengganggu perkembangan sistem saraf bayi. Bahkan dalam kadar kecil, alkohol dapat memengaruhi kualitas tidur bayi, refleks menyusu, dan konsentrasi ASI.

❌ Hindari:

  • Minuman beralkohol seperti wine, bir, atau cocktail

  • Makanan atau dessert mengandung alkohol (seperti tiramisu)

Catatan: Jika tak sengaja mengonsumsi alkohol, tunggulah minimal 2–3 jam per porsi sebelum menyusui kembali.


3. Makanan yang Picu Alergi pada Bayi

Beberapa makanan tertentu dapat menyebabkan reaksi alergi pada bayi lewat ASI. Gejalanya bisa berupa ruam, kolik, muntah, atau diare.

⚠️ Waspadai reaksi setelah konsumsi:

  • Susu sapi

  • Telur

  • Kacang-kacangan (kacang tanah, almond)

  • Makanan laut (udang, kerang)

  • Gandum (gluten)

Jika bayi menunjukkan gejala yang mencurigakan, konsultasikan ke dokter. Bisa jadi ibu perlu melakukan eliminasi makanan tertentu sementara waktu.


4. Ikan Tinggi Merkuri: Hindari Spesies Tertentu

Walaupun ikan adalah sumber protein dan omega-3 yang baik, beberapa jenis ikan laut memiliki kandungan merkuri tinggi, yang bisa memengaruhi sistem saraf bayi.

❌ Hindari:

  • Ikan hiu

  • Ikan todak (swordfish)

  • King mackerel

  • Tuna mata besar (bigeye tuna)

✅ Pilihan aman:

  • Salmon

  • Sarden

  • Lele

  • Ikan kembung

  • Tuna kalengan (light tuna, dalam batas wajar)


5. Makanan Olahan Tinggi Gula, Garam, dan Lemak Trans

Makanan kemasan sering kali menggoda karena praktis, tapi tinggi kalori kosong yang tidak baik untuk ibu menyusui. Selain memengaruhi kesehatan ibu (berat badan, tekanan darah), jenis makanan ini bisa membuat ASI terasa berbeda dan mengganggu pencernaan bayi.

❌ Hindari atau batasi:

  • Keripik, biskuit kemasan

  • Makanan cepat saji

  • Mie instan

  • Minuman manis dalam kemasan

  • Margarin padat (mengandung lemak trans)

Tips: Baca label kandungan gizi, pilih yang rendah sodium, gula, dan tidak mengandung “partially hydrogenated oils”.


6. Sayuran Penghasil Gas: Perhatikan Toleransi Bayi

Beberapa sayur sehat bisa menyebabkan bayi kembung jika dikonsumsi dalam jumlah besar oleh ibu, terutama di minggu-minggu awal menyusui.

⚠️ Perhatikan saat mengonsumsi:

  • Kol

  • Brokoli

  • Kembang kol

  • Kubis

  • Bawang putih

Catatan: Tidak semua bayi sensitif terhadap ini. Coba perkenalkan perlahan dan amati apakah bayi menjadi lebih rewel atau tidak nyaman.


7. Makanan Sangat Pedas dan Bersantan: Waspada Iritasi

Makanan bersantan dan sangat pedas bisa memengaruhi rasa ASI dan memicu gangguan pencernaan bayi, seperti perut kembung atau pup cair. Belum lagi risiko mulas pada ibu sendiri.

❌ Hindari:

  • Makanan dengan banyak cabai rawit

  • Masakan bersantan kental berlebihan

  • Saus pedas fermentasi

Kalau kamu penyuka pedas, cobalah membatasi jumlah cabai dan pilih yang tidak terlalu menyengat.


8. Minuman Herbal dan Suplemen Tanpa Pengawasan

Tidak semua minuman herbal aman untuk ibu menyusui. Beberapa bahan alami ternyata bisa menurunkan produksi ASI atau berdampak buruk pada bayi.

❌ Hindari herbal ini:

  • Peppermint berlebihan

  • Peterseli dalam dosis tinggi

  • Ginseng

  • Akar licorice

Tips: Selalu konsultasikan dulu dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi suplemen atau herbal tertentu.


Tabel Ringkasan: Hindari vs Batasi

Kesimpulan: Ibu Sehat, ASI Berkualitas

Masa menyusui adalah masa yang membutuhkan perhatian khusus, terutama dalam hal makanan. Bukan hanya soal "apa yang baik untuk dimakan", tapi juga "apa yang sebaiknya dihindari" agar proses menyusui berjalan lancar tanpa hambatan.

Menjaga asupan bukan berarti harus sempurna, tapi sadar dan bijak. Tubuhmu adalah pabrik ASI terbaik, dan makanan serta minuman yang kamu konsumsi adalah bahan bakunya. Jadi pastikan semuanya berkualitas, ya!


Setelah tahu apa saja yang perlu dihindari dan dibatasi, adakah makanan favoritmu yang perlu kamu evaluasi ulang selama menyusui?


📚 Daftar Pustaka:

  1. Kementerian Kesehatan RI. (2020). Pedoman Gizi Seimbang untuk Ibu Menyusui

  2. Mayo Clinic. (2022). Breastfeeding diet: Tips for moms

  3. American Academy of Pediatrics. (2018). The Nursing Mother's Diet

  4. Riordan, J., & Wambach, K. (2015). Breastfeeding and Human Lactation

  5. La Leche League International. (2020). Foods and Breastfeeding

Rekomendasi perlengkapan Menyusui secara lengkap ada DISINI 

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Jejak Bacaan Anda disini!

Featured Post

Cerita Promilku - Part 1 Cara Awal Promil

NEVER UNDERESTIMATE YOURSELF. DAN KARENA MENURUTKU TIDAK ADA USAHA YANG SIA-SIA MAKA MARI BERCERITA ___ Let's dive into the world of PRO...