🤒 Menyusui dalam Kondisi Medis (Infeksi, Alergi, dll.): Tetap Bisa, Asal Tahu Caranya
![]() |
| Photo by Molly Blackbird on Unsplash |
💬 Sakit Tapi Tetap Ingin Memberi ASI?
Banyak ibu merasa khawatir saat tubuh tidak dalam kondisi prima. Flu, batuk, demam, alergi, hingga infeksi serius kadang membuat muncul pertanyaan:
"Apakah aku masih bisa menyusui?"
"Aman nggak ya buat bayiku?"
Jawabannya: sebagian besar kondisi medis tidak menghalangi menyusui. Bahkan, justru menyusui bisa menjadi pelindung alami bagi bayi karena ASI mengandung antibodi yang membantu melawan infeksi.
Di artikel ini, kita akan membahas kondisi medis yang umum dialami ibu, mana yang masih bisa menyusui, dan bagaimana mengatasinya dengan aman.
🛡️ Prinsip Dasar: ASI Tetap Aman Selama Obat dan Penyakitnya Aman
Sebelum membahas masing-masing kondisi, penting dipahami bahwa menyusui dipengaruhi oleh dua faktor utama:
-
Jenis penyakit ibu
-
Jenis obat yang dikonsumsi
Jika penyakitnya tidak menular melalui ASI, dan obat yang digunakan tergolong aman untuk laktasi, maka ibu tetap dianjurkan menyusui.
😷 Menyusui saat Mengalami Infeksi
1. Flu, Batuk, dan Demam
✅ Aman menyusui. Bahkan disarankan tetap menyusui agar bayi mendapatkan antibodi dari ASI.
Tips:
-
Gunakan masker saat menyusui
-
Cuci tangan sebelum menyentuh bayi
-
Hindari bersin/batuk langsung ke arah bayi
ASI akan mengandung antibodi spesifik terhadap virus yang sedang menyerang ibu.
2. Infeksi Saluran Kemih (ISK)
✅ Tetap bisa menyusui. Sebagian besar antibiotik untuk ISK aman bagi ibu menyusui.
Konsultasikan ke dokter, agar diresepkan antibiotik golongan aman seperti Amoxicillin atau Cephalexin.
3. Infeksi Payudara (Mastitis)
✅ Menyusui justru dianjurkan. Meski terasa nyeri, menyusui atau memerah bisa membantu mempercepat penyembuhan.
Jika diperlukan antibiotik, pastikan sesuai anjuran dokter.
4. COVID-19
✅ Masih diperbolehkan menyusui, selama ibu menggunakan masker dan menjaga kebersihan.
WHO menyarankan ibu dengan COVID-19 tetap menyusui karena manfaat ASI jauh lebih besar daripada potensi risiko.
🚫 Kondisi Infeksi yang Perlu Kehati-hatian
1. Hepatitis B
✅ Masih bisa menyusui. Selama bayi mendapat vaksin Hepatitis B dan imunoglobulin segera setelah lahir.
2. HIV/AIDS
❌ Tidak dianjurkan menyusui, terutama di negara dengan akses aman terhadap susu formula.
Namun, di beberapa negara berkembang (termasuk Indonesia), WHO mempertimbangkan pemberian ASI eksklusif jika ibu mendapatkan pengobatan antiretroviral yang efektif.
3. Herpes Simpleks
✅ Masih bisa menyusui, kecuali jika luka herpes berada di payudara. Jika hanya di bagian lain tubuh, tetap lanjutkan menyusui sambil menutup luka dan menjaga kebersihan.
🌾 Menyusui Saat Mengalami Alergi
Alergi makanan, rhinitis, atau alergi debu tidak menghalangi aktivitas menyusui.
✅ Menyusui aman, justru bisa menurunkan risiko alergi pada bayi.
Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang disusui eksklusif selama 6 bulan memiliki risiko alergi lebih rendah (Oddy, 2002).
Catatan:
Jika bayi menunjukkan reaksi alergi setelah menyusu, seperti:
-
Ruam
-
Rewel berlebihan
-
Muntah
-
Diare berulang
Konsultasikan kemungkinan alergi terhadap makanan yang dikonsumsi ibu, seperti susu sapi, telur, kacang-kacangan.
💊 Bagaimana Jika Ibu Minum Obat?
Banyak obat bisa masuk ke dalam ASI dalam jumlah kecil. Namun, tidak semua obat berbahaya.
Golongan Obat yang Umumnya Aman:
-
Parasetamol
-
Ibuprofen
-
Antibiotik tertentu (amoxicillin, cefadroxil)
-
Obat alergi seperti loratadine
Golongan Obat yang Harus Diwaspadai:
-
Obat kemoterapi
-
Obat gangguan tiroid dosis tinggi
-
Antipsikotik berat
-
Obat tidur jenis tertentu
-
Isotretinoin (jerawat berat)
Gunakan panduan seperti LactMed (NIH) atau konsultasi ke dokter/laktasi konselor untuk memastikan keamanan obat yang dikonsumsi.
👶 Apa yang Harus Dilakukan Jika Sementara Tidak Bisa Menyusui?
Jika ibu benar-benar tidak bisa menyusui secara langsung karena kondisi medis tertentu:
Pilihannya:
-
Memerah dan membuang ASI sementara waktu jika sedang minum obat tidak aman.
-
Gunakan ASI donor dari bank ASI terpercaya.
-
Gunakan susu formula sesuai anjuran dokter jika tidak ada pilihan lain.
Catatan penting: Setelah masa tidak menyusui selesai, ibu bisa relaktasi, yaitu kembali merangsang produksi ASI agar bisa menyusui lagi.
💪 Kunci Penting: Tetap Tenang dan Konsultasi
Stres dan kekhawatiran justru bisa menurunkan produksi ASI. Jadi, saat menghadapi kondisi medis:
-
Tetap tenang
-
Konsultasikan dengan dokter
-
Dapatkan informasi dari sumber terpercaya
-
Jangan langsung berhenti menyusui tanpa alasan medis kuat
📚 Daftar Pustaka
-
World Health Organization (2023). Breastfeeding and maternal illness.
-
Hale, T. W. (2022). Medications and Mothers' Milk (19th ed).
-
Oddy, W. H. (2002). The impact of breast milk on infant and child health. Breastfeeding Review.
-
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Breastfeeding and Maternal Illness.
-
American Academy of Pediatrics (2022). The Transfer of Drugs and Therapeutics Into Human Breast Milk.
🤱 Penutup
Menyusui adalah anugerah, dan tubuh seorang ibu luar biasa kuat. Meskipun menghadapi tantangan kesehatan, dengan informasi yang tepat dan dukungan yang memadai, ibu tetap bisa memberikan yang terbaik untuk si kecil.
Yuk, tetap semangat menyusui meski dalam kondisi khusus!
Kalau kamu punya pengalaman menyusui saat sakit, boleh banget sharing di kolom komentar ya! ❤️

No comments:
Post a Comment
Tinggalkan Jejak Bacaan Anda disini!