๐ Menyusui untuk Ibu Bekerja: Tetap Produktif, Tetap Memberikan yang Terbaik
![]() |
| Photo by Microsoft 365 on Unsplash |
Bisa Nggak, Sih, Ibu Bekerja Tetap Menyusui?
Pertanyaan ini sering kali terlintas di benak banyak ibu. Di tengah rutinitas kerja yang padat, tenggat waktu, rapat, dan perjalanan, mungkinkah tetap memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan?
Jawabannya: sangat mungkin.
Dengan perencanaan yang baik, dukungan lingkungan, dan komitmen yang kuat, menyusui tetap bisa dilakukan meskipun Anda adalah seorang ibu bekerja. Artikel ini akan membantu Anda memahami strategi praktis, tips memerah dan menyimpan ASI, hingga bagaimana membangun dukungan yang kuat di tempat kerja.
๐ง Kenapa Menyusui Harus Tetap Diupayakan Meski Bekerja?
Menyusui bukan hanya tentang memberi nutrisi, tapi juga investasi jangka panjang untuk kesehatan anak dan ibu. Data menunjukkan:
-
ASI eksklusif selama 6 bulan menurunkan risiko infeksi saluran pernapasan dan diare hingga 60% (UNICEF, 2022).
-
Bayi yang mendapat ASI menunjukkan kecerdasan kognitif lebih tinggi dibanding yang tidak (Victora et al., Lancet, 2016).
-
Ibu yang menyusui punya risiko lebih rendah terhadap kanker payudara dan ovarium.
Bagi ibu bekerja, menyusui juga memberikan rasa tenang—bahwa walau berjauhan, Anda tetap memberikan yang terbaik untuk si kecil.
๐️ Persiapan Menyusui Sebelum Kembali Bekerja
Kuncinya ada pada persiapan sejak masa cuti. Berikut langkah yang sebaiknya dilakukan 2 minggu sebelum kembali bekerja:
1. Biasakan Memerah ASI
Mulailah memerah dan menyimpan ASI setiap hari di waktu yang konsisten. Tujuannya:
-
Melatih tubuh memproduksi ASI lebih banyak
-
Membangun stok ASI perah
-
Membiasakan bayi menerima ASI dari botol/cup
2. Perkenalkan Botol atau Cup
Ajak orang lain (ayah/suster) untuk memberikan ASI perah. Sebaiknya jangan langsung ibu agar bayi tidak bingung puting.
3. Simulasikan Rutinitas Harian
Cobalah beberapa hari sebelum bekerja untuk menjalani hari seperti saat bekerja. Ini termasuk memerah ASI, memandikan bayi, menyiapkan peralatan, dan menitipkan bayi sementara.
๐งด Teknik Memerah dan Menyimpan ASI untuk Ibu Bekerja
Teknik Memerah
-
Manual: Gunakan tangan dengan teknik marmet. Cocok untuk kondisi darurat.
-
Pompa Manual: Cocok untuk ibu yang bekerja dengan waktu istirahat terbatas.
-
Pompa Elektrik Ganda: Efisien untuk memerah dua payudara sekaligus dalam waktu singkat.
Rekomendasi pompa elektrik: Spectra S1/S2, Momabae, Mooimom, Mom Uung, atau Mutter.
Jadwal Memerah Ideal
-
Pagi setelah menyusui
-
Selama jam istirahat kerja (2–3 kali saat bekerja)
-
Malam sebelum tidur
Penyimpanan ASI
Gunakan label tanggal pada kantong atau botol ASI. ASI harus dipanaskan perlahan (bukan direbus langsung) sebelum diberikan.
๐ข Tips Menyusui dan Memerah di Tempat Kerja
1. Ketahui Hak Anda
UU Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 Pasal 83 menyebutkan bahwa pekerja perempuan berhak mendapat kesempatan memberi ASI.
Beberapa perusahaan bahkan telah menyediakan ruang laktasi lengkap dengan kulkas dan kursi menyusui.
2. Bawa Perlengkapan Wajib
-
Cooler bag dengan ice gel
-
Kantong atau botol penyimpanan
3. Pilih Waktu dan Tempat yang Nyaman
Cari tempat tertutup dan bersih untuk memerah. Jika tidak ada ruang laktasi, mintalah izin menggunakan ruang rapat atau musala.
๐ช Dukungan Keluarga dan Lingkungan Sangat Penting
Keberhasilan menyusui ibu bekerja tidak lepas dari peran:
-
Pasangan: membantu mensterilkan alat, menenangkan bayi, atau memompa jika perlu
-
Pengasuh/Daycare: teredukasi tentang cara menyimpan dan memberikan ASI
-
Atasan dan rekan kerja: memahami waktu memerah sebagai hak ibu
Studi menunjukkan bahwa dukungan pasangan meningkatkan durasi menyusui hingga 1,5 kali lipat (Chapman et al., 2010).
๐ Menjaga Produksi ASI Tetap Lancar Meski Bekerja
Bekerja bisa menurunkan hormon prolaktin akibat stres atau jadwal menyusu yang tidak rutin. Tips agar produksi tetap optimal:
-
Minum cukup (2,5–3 L/hari)
-
Makan bergizi seimbang, terutama tinggi protein dan lemak sehat
-
Relaksasi sebelum dan saat memerah
-
Lakukan skin-to-skin saat di rumah
-
Menyusui langsung ketika tidak bekerja (malam dan akhir pekan)
๐ฌ Studi Kasus Nyata
“Aku mulai menyetok ASI sejak bayi usia 3 minggu. Pas masuk kerja, aku sudah punya stok 100+ botol. Aku pakai Momabae, pumping 3 kali di kantor. Malam tetap direct breastfeeding.”
— Winda, karyawan bank & ibu dari bayi 7 bulan.
๐ Daftar Pustaka
-
Victora, C. G., et al. (2016). Breastfeeding in the 21st century: Epidemiology, mechanisms, and lifelong effect. The Lancet.
-
WHO & UNICEF. (2023). Protecting, promoting and supporting breastfeeding in facilities providing maternity and newborn services.
-
Chapman, D. J., et al. (2010). Influence of peer counselors on breastfeeding practices among WIC participants. Journal of Human Lactation.
-
UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
๐ง Pertanyaan untuk Anda
Bagaimana cara kantor atau lingkungan kerja Anda mendukung aktivitas menyusui? Apa harapan Anda untuk fasilitas ibu menyusui di tempat kerja?


No comments:
Post a Comment
Tinggalkan Jejak Bacaan Anda disini!