Masalah Produksi ASI: Ketika ASI Terlalu Sedikit atau Terlalu Banyak
![]() |
| Photo by Adrian Iordache on Unsplash |
Produksi ASI Tak Selalu Ideal
Menyusui dianggap sebagai proses alami, tetapi tidak selalu berjalan mulus. Salah satu tantangan terbesar yang kerap dihadapi para ibu adalah masalah produksi ASI, entah itu kurang atau justru berlebih. Keduanya bisa membuat ibu stres, cemas, bahkan merasa gagal. Padahal, dengan pengetahuan dan pendekatan yang tepat, produksi ASI bisa diatur kembali ke kondisi yang optimal.
⚖️ Apa yang Disebut Produksi ASI "Kurang" atau "Berlebih"?
-
ASI Kurang: Ketika bayi tidak mendapatkan cukup ASI untuk tumbuh optimal. Biasanya terlihat dari berat badan bayi yang tidak naik sesuai grafik pertumbuhan.
-
ASI Berlebih: Kondisi di mana tubuh ibu memproduksi ASI lebih banyak dari kebutuhan bayi, seringkali menyebabkan pembengkakan, kebocoran, dan risiko mastitis.
📉 Penyebab Umum ASI Kurang
Beberapa faktor yang bisa menyebabkan produksi ASI tidak optimal:
1. Peletakan dan Perlekatan yang Kurang Baik
Bayi yang tidak melekat dengan benar tidak bisa mengisap ASI secara efisien, sehingga tubuh ibu tidak mendapatkan sinyal untuk memproduksi lebih banyak.
2. Frekuensi Menyusui yang Tidak Konsisten
Semakin sering bayi menyusu, semakin banyak ASI yang diproduksi. Menyusui jarang atau dijadwal ketat bisa menghambat produksi alami.
3. Stres dan Kelelahan
Kondisi psikologis ibu memengaruhi hormon oksitosin yang bertanggung jawab atas let-down reflex (pengeluaran ASI).
4. Kondisi Medis Tertentu
Beberapa ibu mengalami gangguan hormon (seperti hipotiroidisme), riwayat operasi payudara, atau memiliki jaringan kelenjar payudara yang kurang berkembang (IGT).
💧 Tanda-Tanda ASI Kurang
-
Bayi tampak rewel setelah menyusu
-
Berat badan bayi tidak bertambah sesuai grafik WHO
-
Jumlah popok basah <6 per hari setelah minggu pertama
-
Payudara tidak terasa penuh atau bengkak sama sekali
📈 Penyebab Produksi ASI Berlebih
Sebaliknya, produksi ASI yang terlalu banyak juga bisa menimbulkan masalah:
1. Stimulasi Berlebihan
Memompa terlalu sering atau menyusui bergantian secara berlebihan bisa memberi sinyal tubuh untuk terus memproduksi.
2. Let-down Reflex yang Terlalu Kuat
Hormon oksitosin berlebihan bisa menyebabkan ASI mengalir sangat deras, membuat bayi tersedak atau menolak menyusu.
🌊 Tanda-Tanda ASI Berlebih
-
Bayi sering tersedak saat menyusu
-
Sering muntah atau gumoh berlebihan
-
Feses bayi berwarna hijau dan berbusa (karena terlalu banyak foremilk)
-
Payudara mudah bengkak atau terasa penuh meskipun sudah disusui
💡 Cara Mengatasi Produksi ASI Kurang
-
Tingkatkan Frekuensi Menyusui
-
Susui bayi setiap 2–3 jam
-
Menyusui malam hari penting karena hormon prolaktin lebih tinggi
-
-
Perbaiki Peletakan
-
Konsultasi dengan konselor laktasi untuk memastikan perlekatan baik
-
-
Skin-to-Skin Contact
-
Pelukan langsung kulit ke kulit bisa merangsang hormon menyusui
-
-
Asupan Nutrisi dan Cukup Cairan
-
Minum minimal 2–3 liter air per hari, konsumsi makanan bergizi
-
-
Konsumsi ASI Booster (Jika Perlu)
-
Daun katuk, fenugreek, oatmeal, almond, dan suplemen laktasi bisa membantu
-
💧 Cara Mengatasi Produksi ASI Berlebih
-
Menyusui dari Satu Sisi Sekali Waktu
-
Agar produksi tidak terlalu tinggi, susui dari satu sisi tiap sesi
-
-
Posisi Menyusui Semi-Tegak
-
Posisi ini membantu mengontrol aliran ASI agar tidak terlalu deras
-
-
Block Feeding
-
Susui dari satu sisi selama periode 3–4 jam sebelum pindah sisi
-
-
Gunakan Kompres Dingin
-
Membantu meredakan pembengkakan dan memperlambat produksi
-
-
Jangan Memompa Berlebihan
-
Hanya pompa jika sangat bengkak, bukan untuk mengosongkan
-
📊 Statistik dan Fakta Menarik
-
WHO mencatat bahwa sekitar 40% ibu merasa khawatir ASInya kurang, padahal sebenarnya cukup.
-
Studi dalam Journal of Human Lactation (2020) menunjukkan bahwa perbaikan teknik menyusui bisa meningkatkan produksi ASI hingga 65% dalam dua minggu.
-
Produksi ASI sangat bergantung pada prinsip supply and demand—semakin sering dikeluarkan, semakin banyak diproduksi.
📚 Daftar Pustaka
-
WHO. (2023). Infant and Young Child Feeding.
-
Mohrbacher, N. (2020). Breastfeeding Answers: A Guide for Helping Families.
-
UNICEF Indonesia. (2022). Panduan Menyusui untuk Kesehatan Anak.
-
Journal of Human Lactation. (2020). Milk Supply Perception and Actual Volume: A Study of Breastfeeding Women.
-
CDC. (2021). Common Breastfeeding Challenges. Centers for Disease Control and Prevention.
❓ Pertanyaan untuk Anda
Apakah Anda pernah merasa ASI Anda terlalu sedikit atau justru berlebih? Apa langkah pertama yang Anda lakukan saat itu? Yuk, berbagi pengalaman Anda di kolom komentar. Siapa tahu bisa jadi solusi untuk ibu lainnya 💕

No comments:
Post a Comment
Tinggalkan Jejak Bacaan Anda disini!