Thursday, June 12, 2025

3.1.1. Penerimaan Bahan Baku

Penerimaan Bahan Baku dalam Toll Manufacturing

Pelajari proses penerimaan bahan baku dalam toll manufacturing, termasuk standar kualitas, prosedur inspeksi, dan regulasi yang harus dipatuhi.


Pendahuluan
Penerimaan Bahan Baku dalam Toll Manufacturing
Photo by Towfiqu barbhuiya on Unsplash

Penerimaan bahan baku merupakan tahap kritis dalam proses toll manufacturing, terutama di industri farmasi. Kualitas bahan baku yang diterima akan menentukan efektivitas, keamanan, dan stabilitas produk akhir. Oleh karena itu, perusahaan harus memiliki sistem yang ketat dalam menerima dan mengevaluasi bahan baku sesuai standar regulasi.

Artikel ini akan membahas tahapan penerimaan bahan baku dalam toll manufacturing, dari inspeksi awal hingga penyimpanan yang sesuai.

Tahapan Penerimaan Bahan Baku dalam Toll Manufacturing

1. Pendaftaran dan Dokumentasi Bahan Baku

  • Setiap bahan baku yang masuk harus didaftarkan ke dalam sistem inventaris.
  • Dokumen yang harus disertakan meliputi sertifikat analisis (CoA), MSDS (Material Safety Data Sheet), dan izin BPOM jika berlaku.

2. Inspeksi Fisik Awal

  • Pemeriksaan visual terhadap kemasan, label, dan segel untuk memastikan tidak ada kerusakan atau kontaminasi.
  • Bahan baku yang tidak sesuai dengan standar langsung dikarantina dan dikembalikan ke pemasok.

3. Pengambilan Sampel untuk Pengujian Laboratorium

  • Sampel diambil secara acak sesuai dengan metode sampling yang ditetapkan dalam SOP (Standard Operating Procedure).
  • Parameter yang diuji meliputi identifikasi, kemurnian, kadar zat aktif, serta adanya kontaminan.

4. Analisis Kualitas dan Keamanan

  • Laboratorium melakukan pengujian terhadap bahan baku untuk memastikan kesesuaiannya dengan spesifikasi yang ditetapkan.
  • Jika hasil uji memenuhi standar, bahan baku disetujui untuk digunakan dalam produksi.

5. Penyimpanan yang Sesuai

  • Bahan baku yang lolos inspeksi harus disimpan di area penyimpanan dengan kondisi yang sesuai (suhu, kelembaban, dan cahaya).
  • Penandaan bahan baku dilakukan untuk mempermudah identifikasi dan pelacakan.

6. Dokumentasi dan Audit Kepatuhan

  • Semua hasil inspeksi dan pengujian dicatat dalam sistem sebagai bagian dari dokumentasi kepatuhan regulasi.
  • Audit internal dan eksternal dapat dilakukan untuk memastikan proses penerimaan bahan baku selalu sesuai dengan standar GMP (Good Manufacturing Practice).

Kesimpulan

Proses penerimaan bahan baku dalam toll manufacturing harus dilakukan dengan cermat untuk menjamin kualitas produk akhir. Dengan inspeksi ketat, pengujian laboratorium, dan sistem penyimpanan yang sesuai, perusahaan dapat memastikan bahwa bahan baku yang digunakan memenuhi standar regulasi dan keamanan.

Menurut Anda, tantangan apa yang paling sering dihadapi dalam penerimaan bahan baku? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar!

"Apakah Anda mencari mitra terpercaya untuk mempercepat produksi obat berkualitas? Kimia Farma menawarkan layanan maklon dalam toll manufacturing, mencakup pembuatan formula (beli dossier) hingga pengemasan produk. Dengan standar mutu yang ketat dan kepatuhan regulasi, Anda bisa fokus pada pengembangan bisnis. 

Ingin maklon di Kimia Farma? Cek website berikut ya : https://tollmanufaktur-kaef.com/ "

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Jejak Bacaan Anda disini!

Featured Post

Cerita Promilku - Part 1 Cara Awal Promil

NEVER UNDERESTIMATE YOURSELF. DAN KARENA MENURUTKU TIDAK ADA USAHA YANG SIA-SIA MAKA MARI BERCERITA ___ Let's dive into the world of PRO...