NEVER UNDERESTIMATE YOURSELF
DAN KARENA MENURUTKU TIDAK ADA USAHA YANG SIA-SIA
MAKA MARI BERCERITA
___
Let's dive into the world of PROMIL - Part 14!
___
Oleh Bubu Eyza
Hallo semuanya. Kali ini aku akan membagikan informasi lanjutan kembali terkait Kesuburan Wanita yaitu Penyakit yang mempersulit Promil. Selamat membaca.
___
Penyakit yang Mengganggu Kesuburan Wanita
Kesuburan wanita dipengaruhi oleh berbagai faktor kesehatan, termasuk gangguan medis yang dapat menghambat proses ovulasi, pembuahan, atau implantasi. Beberapa penyakit yang mengganggu kesuburan wanita memiliki dampak signifikan pada kemampuan untuk hamil, terutama jika tidak terdeteksi atau diobati dengan tepat.
![]() |
Photo by Martha Dominguez de Gouveia on Unsplash |
Artikel ini membahas beberapa penyakit utama yang memengaruhi kesuburan wanita, hasil pemeriksaan yang terkait, dan peran dokter obgyn atau spesialis penyakit dalam dalam penanganannya.
1. Sindrom Ovarium Polikistik (Polycystic Ovary Syndrome, PCOS)
Mengapa PCOS Mengganggu Kesuburan?
PCOS adalah gangguan hormonal yang memengaruhi ovulasi. Folikel di ovarium tidak berkembang sempurna sehingga ovulasi menjadi tidak teratur atau tidak terjadi sama sekali. Jika ovulasi ini terjadi, maka artinya tidak ada pematangan sel telur.
Pemeriksaan yang Dilakukan untuk Mendiagnosis PCOS
-
Ultrasonografi (USG):
- Hasil Normal: Ovarium tanpa kista dominan.
- Hasil PCOS: Ovarium membesar dengan banyak folikel kecil (lebih dari 12 folikel, diameter 2–9 mm).
-
Pemeriksaan Hormon:
- Testosteron Total: Normal: 15–70 ng/dL. Tinggi pada PCOS.
- Luteinizing Hormone (LH) ke Follicle-Stimulating Hormone (FSH) Ratio: Normal: <2:1. Pada PCOS, sering ditemukan rasio >2:1.
Peran Dokter Obgyn:
- Mengelola PCOS dengan terapi hormonal seperti pil KB kombinasi untuk mengatur siklus menstruasi.
- Memberikan terapi ovulasi jika pasien dalam program kehamilan.
2. Endometriosis
Mengapa Endometriosis Mengganggu Kesuburan?
Endometriosis terjadi ketika jaringan endometrium tumbuh di luar rahim, seperti pada ovarium, saluran tuba, atau rongga panggul, menyebabkan peradangan, perlengketan, dan gangguan fungsi organ reproduksi.
Jika organ tubuh wanita yang khusus untuk kehamilan mengalami endometriosis ini, maka akan terganggu proses program hamil.
Pemeriksaan yang Dilakukan untuk Mendiagnosis Endometriosis
-
Laparoskopi:
- Prosedur invasif untuk melihat langsung keberadaan dan tingkat keparahan lesi endometriosis.
-
MRI atau USG Transvaginal:
- Hasil Normal: Tidak ada kista atau perlengketan.
- Hasil Endometriosis: Adanya kista endometrium (endometrioma) atau perlengketan organ.
Peran Dokter Obgyn:
- Melakukan laparoskopi untuk mengangkat jaringan endometriosis.
- Memberikan terapi hormon (GnRH agonist) untuk mencegah pertumbuhan jaringan baru.
3. Mioma Uteri (Fibroid Rahim)
Mengapa Mioma Mengganggu Kesuburan?
Mioma adalah tumor jinak pada otot rahim yang dapat mengganggu implantasi embrio, menyebabkan keguguran, atau memblokir jalannya sperma menuju sel telur.
Pemeriksaan yang Dilakukan untuk Mendiagnosis Mioma
-
Ultrasonografi (USG):
- Hasil Normal: Dinding rahim rata dan seragam.
- Hasil Mioma: Adanya massa padat dengan batas tegas di dalam dinding rahim atau menonjol ke rongga rahim.
-
Histeroskopi:
- Prosedur untuk mengevaluasi rongga rahim dan menentukan apakah mioma memengaruhi implantasi.
Peran Dokter Obgyn:
- Menentukan pengobatan berdasarkan lokasi dan ukuran mioma (bedah miomektomi jika diperlukan).
- Merekomendasikan teknologi reproduksi berbantu (IVF) jika kesuburan tetap terganggu.
4. Infeksi Saluran Reproduksi (Pelvic Inflammatory Disease, PID)
Mengapa PID Mengganggu Kesuburan?
PID, akibat infeksi bakteri (contoh: klamidia atau gonore), dapat menyebabkan jaringan parut pada saluran tuba, yang memblokir pergerakan sel telur.
Pemeriksaan yang Dilakukan untuk Mendiagnosis PID
-
Tes Darah:
- Peningkatan jumlah sel darah putih dan C-reactive protein (CRP).
-
Histerosalpingografi (HSG):
- Hasil Normal: Saluran tuba paten (terbuka).
- Hasil PID: Tuba fallopi tersumbat atau mengalami perlengketan.
-
Tes Kultur Vaginal atau Cervical Swab:
- Untuk mendeteksi bakteri penyebab infeksi.
Peran Dokter Obgyn atau Penyakit Dalam:
- Memberikan antibiotik untuk mengatasi infeksi.
- Melakukan operasi jika jaringan parut pada saluran tuba perlu diangkat.
5. Gangguan Tiroid
Mengapa Gangguan Tiroid Mengganggu Kesuburan?
Keseimbangan hormon tiroid memengaruhi ovulasi dan siklus menstruasi. Gangguan seperti hipotiroidisme atau hipertiroidisme dapat menyebabkan siklus yang tidak teratur atau tidak ada ovulasi sama sekali.
Pemeriksaan yang Dilakukan untuk Mendiagnosis Gangguan Tiroid
-
Tiroksin (T4) dan Triiodotironin (T3):
- Normal: T4 bebas: 0,9–2,3 ng/dL; T3 bebas: 2,3–4,1 pg/mL.
- Tidak normal pada hipotiroidisme (rendah) atau hipertiroidisme (tinggi).
-
Thyroid-Stimulating Hormone (TSH):
- Normal: 0,4–4,0 mIU/L.
- Hipotiroidisme: TSH tinggi. Hipertiroidisme: TSH rendah.
Peran Dokter Penyakit Dalam:
- Memberikan terapi hormon tiroid untuk mengembalikan keseimbangan hormon.
- Melakukan pemantauan berkala terhadap fungsi tiroid selama program hamil.
Penyakit yang Mengganggu Kesuburan Wanita
Penyakit seperti PCOS, endometriosis, mioma uteri, PID, dan gangguan tiroid dapat memengaruhi kesuburan wanita secara signifikan. Penting untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, baik melalui tes laboratorium maupun prosedur diagnostik lainnya. Dengan diagnosis dan perawatan yang tepat oleh dokter obgyn atau spesialis penyakit dalam, peluang untuk hamil dapat ditingkatkan secara signifikan.
Sudahkah Anda memeriksakan kesehatan reproduksi Anda? Konsultasikan dengan dokter obgyn untuk langkah terbaik.
Rangkuman Link Kebutuhan Promil disini ya.
-------------------------------
No comments:
Post a Comment
Tinggalkan Jejak Bacaan Anda disini!