NEVER UNDERESTIMATE YOURSELF
DAN KARENA MENURUTKU TIDAK ADA USAHA YANG SIA-SIA
MAKA MARI BERCERITA
___
Let's dive into the world of PROMIL - Part 9!
___
Oleh Bubu Eyza
Hallo semuanya terutama Ladies cantikku. Kali ini aku akan membagikan seputar info terkait Mitos VS Fakta terkait Kesuburan.
___
Meluruskan Kesalahpahaman Seputar Kehamilan
Kesuburan adalah topik yang sering kali dikelilingi oleh banyak mitos dan informasi keliru. Banyak pasangan yang sedang merencanakan kehamilan bingung membedakan fakta dari sekadar cerita lama. Artikel ini bertujuan untuk meluruskan kesalahpahaman umum seputar kesuburan dan memberikan informasi berbasis fakta untuk membantu Kita dalam perjalanan menuju kehamilan.
Menurut data WHO, sekitar 15% pasangan di dunia mengalami masalah kesuburan, tetapi hanya sedikit yang memahami penyebab dan solusi sebenarnya. Dengan memahami fakta yang benar, Kita dapat membuat keputusan lebih bijak dalam merencanakan keluarga.
![]() |
Photo by Hartono Creative Studio on Unsplash |
1. Mitos: Posisi Berhubungan Seksual Mempengaruhi Peluang Kehamilan
Fakta: Sebenarnya tidak ada bukti ilmiah bahwa posisi tertentu selama hubungan seksual meningkatkan peluang kehamilan.
Sperma dirancang untuk bergerak cepat menuju sel telur, apa pun posisi Kita. Meski begitu, tetap penting untuk memastikan hubungan seksual dilakukan pada waktu subur untuk meningkatkan peluang pembuahan.
Jadi bukan posisinya namun masa ovulasi yang lebih penting. Jika Sperma bagus dan Kita dalam masa ovulasi, mau posisi berhubungan apapun kita akan tetap hamil.
2. Mitos: Stres Menyebabkan Ketidaksuburan
Fakta: Stres memang dapat memengaruhi siklus menstruasi, tetapi jarang menjadi penyebab utama ketidaksuburan.
Gangguan ovulasi akibat stres hanya terjadi dalam kasus yang ekstrem. Penting untuk mengelola stres agar kesehatan reproduksi Anda tetap optimal, namun jangan menyalahkan stres sebagai satu-satunya hambatan.
Sebenarnya jika siklus menstruasi berantakan karena stres ini, kita akan menjadi sulit untuk mengetahui siklus ovulasi kita. Meskipun mitos dan hanya terjadi dalam kasus yang ekstrem, tetap saja mengelola stres adalah hal yang baik untuk mental kita.
3. Mitos: Wanita di Atas Usia 35 Tahun Tidak Bisa Hamil
Fakta: Kesuburan memang menurun seiring bertambahnya usia, tetapi wanita di atas 35 tahun tetap bisa hamil, meski peluangnya lebih kecil.
Berdasarkan data CDC, sekitar 78% wanita usia 35-39 tahun dapat hamil dalam waktu 1 tahun jika berhubungan seksual secara rutin. Dukungan medis seperti teknologi reproduksi berbantu (ART) juga dapat meningkatkan peluang kehamilan.
Pada faktanya juga, sel telur sudah terbentuk selama janin bayi perempuan dikandung. Dan selama dewasa, proses yang terjadi adalah pematangan Sel Telur tersebut. Dikarenakan tidak adanya pembentukan sel telur yang baru, semakin bertambahnya usia akan menurunkan jumlah sel telur yang sudah ada.
4. Mitos: Pria Selalu Subur hingga Usia Lanjut
Fakta: Kualitas sperma pria juga menurun seiring bertambahnya usia.
Produksi sperma dan motilitasnya mulai menurun setelah usia 40 tahun. Untuk pasangan dengan masalah kesuburan, pria juga disarankan menjalani pemeriksaan kualitas sperma.
5. Mitos: Mengonsumsi Suplemen Kesuburan Akan Langsung Membantu
Fakta: Suplemen kesuburan hanya efektif jika ada kekurangan nutrisi tertentu.
Misalnya, asam folat dan zinc memang penting untuk kesehatan reproduksi, tetapi efeknya terbatas jika tubuh sudah cukup mendapat nutrisi tersebut. Sebaiknya selalu konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen.
6. Mitos: Berat Badan Tidak Mempengaruhi Kesuburan
Fakta: Berat badan yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat memengaruhi ovulasi dan kualitas sperma.
Wanita dengan BMI kurang dari 18,5 atau lebih dari 30 cenderung mengalami gangguan ovulasi. Pria dengan obesitas juga berisiko memiliki kualitas sperma yang lebih rendah. Seperti yang sudah kita bahas di artikel-artikel sebelumnya.
7. Mitos: Masa Subur Mudah Diprediksi untuk Semua Wanita
Fakta: Tidak semua wanita memiliki siklus menstruasi yang teratur.
Siklus menstruasi yang tidak teratur dapat mempersulit prediksi masa subur. Dalam kasus seperti ini, alat tes ovulasi atau aplikasi kesuburan dapat membantu.
Perlu diingat setiap tubuh manusia pasti berbeda. Ditambah denga pola hidup yang berbeda, akan berbeda pula bagaimana tubuh kita merespon.
Memahami Kesuburan dengan Informasi yang Benar
Mengenali mitos dan fakta tentang kesuburan adalah langkah penting dalam perjalanan kehamilan. Informasi yang benar membantu Kita membuat keputusan berdasarkan fakta, bukan asumsi.
Apakah ada mitos kesuburan yang pernah Kamu dengar? Bagaimana cara Kamu memastikan informasi tersebut benar atau tidak?
Rangkuman Link Kebutuhan Promil disini ya.
Selanjutnya kita bahas tentang Kesuburan Pria nih. Penasaran kan.
-------------------------------
No comments:
Post a Comment
Tinggalkan Jejak Bacaan Anda disini!