Panduan Menyusui dari WHO dan UNICEF: Apa yang Harus Ibu Ketahui?
![]() |
| Photo by Rainier Ridao on Unsplash |
Mengapa Panduan Internasional Penting?
Setiap ibu ingin memberikan yang terbaik untuk bayinya, dan menyusui adalah langkah awal yang krusial. Tapi, banyaknya informasi bisa membuat bingung. Untuk itu, kita perlu merujuk pada panduan resmi dari lembaga dunia seperti WHO (World Health Organization) dan UNICEF, yang berdasarkan penelitian ilmiah dan pengalaman global dalam mendukung kesehatan ibu dan anak.
Rekomendasi Kunci dari WHO dan UNICEF
Berikut adalah poin-poin penting dari panduan menyusui WHO dan UNICEF:
1. Inisiasi Menyusui Dini (IMD)
-
Dilakukan dalam satu jam pertama setelah lahir.
-
IMD membantu bayi mendapatkan kolostrum (ASI pertama yang kaya antibodi) dan mempercepat ikatan emosional ibu-bayi.
2. ASI Eksklusif Selama 6 Bulan
-
Bayi hanya diberikan ASI tanpa tambahan air, susu formula, atau makanan lain.
-
ASI mencukupi kebutuhan nutrisi dan cairan bayi.
3. Melanjutkan Menyusui Hingga Usia 2 Tahun atau Lebih
-
Setelah 6 bulan, bayi mulai MPASI (Makanan Pendamping ASI) bergizi.
-
ASI tetap diberikan secara rutin karena masih memberikan nutrisi dan perlindungan imun.
4. Menyusui Sesuai Permintaan Bayi
-
Tidak perlu dijadwal ketat—susui saat bayi lapar atau gelisah.
-
Ini mendukung produksi ASI alami dan kenyamanan bayi.
5. Tidak Menggunakan Dot atau Empeng
-
WHO menyarankan untuk menghindari botol dan dot, terutama selama masa ASI eksklusif, karena bisa mengganggu teknik hisapan alami bayi di payudara.
Dukungan yang Disarankan WHO dan UNICEF
💡 Peran Tenaga Kesehatan
-
Petugas kesehatan harus mendampingi ibu sejak masa hamil hingga setelah persalinan untuk memberikan informasi dan dukungan menyusui.
👨👩👧👦 Dukungan Keluarga dan Lingkungan
-
Suami, keluarga, serta komunitas diharapkan terlibat aktif untuk menciptakan lingkungan mendukung bagi ibu menyusui.
🧑💼 Fasilitas Tempat Kerja dan Masyarakat
-
WHO dan UNICEF mendorong adanya kebijakan cuti melahirkan, ruang laktasi, serta waktu menyusui bagi ibu bekerja.
Panduan Praktis WHO untuk Ibu
| Usia Bayi | Panduan Menyusui |
|---|---|
| 0–6 bulan | ASI eksklusif, menyusui 8–12x sehari |
| 6–12 bulan | ASI + MPASI bergizi, menyusui tetap dilakukan |
| 12–24 bulan | Menyusui dapat dikurangi bertahap, disesuaikan kebutuhan anak |
Kesimpulan: Panduan Ini Bukan Sekadar Teori
Panduan dari WHO dan UNICEF bukan sekadar standar medis, tapi juga bentuk dukungan untuk ibu menyusui di seluruh dunia. Mengikuti pedoman ini akan membantu ibu memberikan yang terbaik untuk buah hati sekaligus menjaga kesehatannya sendiri.
Sudahkah kamu menerapkan panduan WHO dan UNICEF saat menyusui? Bagikan pengalamanmu di kolom komentar, yuk!
Daftar Pustaka:
-
World Health Organization (WHO). (2023). Guideline: Protecting, promoting and supporting breastfeeding.
-
UNICEF. (2022). Infant and Young Child Feeding Guidelines.
-
WHO & UNICEF. (2018). Ten Steps to Successful Breastfeeding.
-
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). (2021). Panduan Praktik Menyusui di Indonesia.

No comments:
Post a Comment
Tinggalkan Jejak Bacaan Anda disini!