Penyimpanan ASI yang Aman: Panduan Praktis untuk Ibu Menyusui
![]() |
| Photo by Debby Hudson on Unsplash |
🍼 Mengapa Penyimpanan ASI Itu Penting?
Menyusui adalah momen emas, tapi tidak selalu bisa dilakukan langsung. ASI perah hadir sebagai solusi fleksibel, apalagi untuk ibu bekerja. Namun, kualitas ASI sangat tergantung pada bagaimana cara menyimpannya. Salah penyimpanan bisa menyebabkan ASI basi atau terkontaminasi, bahkan membahayakan bayi.
Yuk, kita pahami panduan penyimpanan ASI yang benar dan aman!
🧊 Berapa Lama ASI Bisa Disimpan?
Berikut adalah panduan umum daya tahan ASI berdasarkan tempat penyimpanan:
Catatan: Semakin dingin suhu penyimpanan, semakin lama ASI bertahan. Namun kualitas akan tetap terbaik saat digunakan dalam 3 bulan pertama.
📦 Wadah Terbaik untuk Menyimpan ASI
Memilih wadah yang tepat juga krusial. Hindari sembarangan menggunakan botol bekas atau kantong plastik biasa, ya!
✅ Rekomendasi Wadah:
-
Kantong ASI khusus (BPA-free): Praktis dan hemat tempat.
-
Botol kaca dengan penutup rapat.
-
Botol plastik khusus penyimpanan ASI (pastikan food grade dan BPA-free).
Tips: Selalu beri label tanggal dan jam perah sebelum menyimpan!
♻️ Bolehkah ASI Dituang Campur?
Jawabannya boleh, tetapi ada aturannya:
-
Campurkan ASI yang baru diperah dengan yang sudah dingin (dari kulkas), bukan yang masih beku.
-
Jangan langsung mencampurkan ASI hangat dengan ASI dingin atau beku, karena bisa merusak kualitas.
🔄 Cara Mencairkan dan Menghangatkan ASI
❄️ Untuk ASI beku:
-
Pindahkan ke kulkas malam sebelumnya.
-
Atau rendam dalam air hangat (bukan air mendidih).
🔥 Hindari:
-
Memanaskan ASI di atas kompor langsung.
-
Menggunakan microwave (dapat merusak nutrisi & menyebabkan bagian ASI terlalu panas/tidak merata).
❌ Jangan Dibekukan Ulang!
ASI yang sudah dicairkan tidak boleh dibekukan ulang. Gunakan dalam waktu 24 jam setelah dicairkan dari freezer.
🧽 Cara Menjaga Kebersihan Saat Memerah & Menyimpan
Agar ASI tetap higienis:
-
Cuci tangan sebelum memerah dan memegang wadah.
-
Gunakan alat pompa yang sudah disterilkan.
-
Simpan di bagian dalam kulkas/freezer, bukan di pintu.
👩⚕️ Fakta Ilmiah Tentang Penyimpanan ASI
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan Academy of Breastfeeding Medicine, kualitas ASI bisa tetap baik jika disimpan sesuai suhu dan waktu yang dianjurkan. Enzim dan antibodi penting di ASI bisa rusak jika terkena suhu tinggi atau terkontaminasi karena wadah tidak bersih.
📚 Daftar Pustaka
-
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2022). Proper Storage and Preparation of Breast Milk.
-
Academy of Breastfeeding Medicine. (2017). ABM Clinical Protocol #8: Human Milk Storage Information for Home Use for Full-Term Infants.
-
World Health Organization (2023). Guidelines on Expression, Storage, and Handling of Breast Milk.
-
Lawrence, R.A., & Lawrence, R.M. (2016). Breastfeeding: A Guide for the Medical Profession. Elsevier.
🤔 Pertanyaan untuk Anda
Setelah tahu cara menyimpan ASI yang aman, menurut Anda, apa tantangan terbesar dalam menyetok ASI di rumah? Kulkas penuh? Takut salah suhu? Yuk, share pengalamannya!


No comments:
Post a Comment
Tinggalkan Jejak Bacaan Anda disini!