Tuesday, January 14, 2025

Cerita Promilku - Part 15 Penyakit yang Mengganggu Kesuburan Pria

NEVER UNDERESTIMATE YOURSELF

DAN KARENA MENURUTKU TIDAK ADA USAHA YANG SIA-SIA

MAKA MARI BERCERITA

___

Let's dive into the world of PROMIL - Part 15!

___

Oleh Bubu Eyza

Hallo semuanya. Kali ini aku akan membagikan informasi lanjutan kembali terkait Kesuburan Pria. Selamat membaca.

___

kecemasan pria terkait penyakit yang menghalangi kesuburan pria
Photo by Jorge Franganillo on Unsplash

Penyakit yang Mengganggu Kesuburan Pria

Kesuburan pria memainkan peran penting dalam keberhasilan program kehamilan. Berbagai penyakit dapat memengaruhi kualitas sperma, fungsi testis, dan proses pembuahan. Artikel ini akan membahas penyakit yang sering menjadi penyebab gangguan kesuburan pria, bagaimana pengaruhnya terhadap kemampuan reproduksi, jenis pemeriksaan yang diperlukan, dan peran dokter andrologi dalam penanganannya.

1. Varikokel

Mengapa Varikokel Mengganggu Kesuburan?

Varikokel adalah pembengkakan pembuluh darah vena pada skrotum yang meningkatkan suhu testis, sehingga mengganggu produksi sperma.

Pemeriksaan untuk Mendiagnosis Varikokel

  1. Palpasi Fisik:

    • Normal: Tidak ada pembesaran vena.
    • Varikokel: Pembuluh darah terasa seperti “kantung cacing” saat diraba.
  2. USG Doppler Skrotum:

    • Hasil Normal: Tidak ada aliran darah abnormal pada vena testis.
    • Varikokel: Aliran balik darah yang signifikan di pembuluh vena.

Peran Dokter Andrologi:

  • Menentukan apakah varikokel memengaruhi kualitas sperma.
  • Melakukan varikokelektomi (operasi) jika diperlukan untuk memperbaiki aliran darah.

2. Hipogonadisme

Mengapa Hipogonadisme Mengganggu Kesuburan?

Hipogonadisme adalah kondisi di mana testis tidak memproduksi hormon testosteron dan sperma dalam jumlah yang cukup, mengakibatkan penurunan libido dan infertilitas.

Pemeriksaan untuk Mendiagnosis Hipogonadisme

  1. Tes Hormon:

    • Testosteron Total: Normal: 300–1000 ng/dL. Rendah pada hipogonadisme.
    • Luteinizing Hormone (LH): Normal: 1,24–7,8 IU/L. Tinggi pada hipogonadisme primer; rendah pada hipogonadisme sekunder.
  2. Analisis Sperma:

    • Normal: Konsentrasi sperma >15 juta/ml.
    • Hipogonadisme: Jumlah sperma sangat rendah atau tidak ada sperma (azoospermia).

Peran Dokter Andrologi:

  • Memberikan terapi penggantian testosteron (TRT) jika diperlukan.
  • Menganjurkan fertilisasi in vitro (IVF) jika produksi sperma sangat rendah.

3. Infeksi pada Sistem Reproduksi Pria

Mengapa Infeksi Mengganggu Kesuburan?

Infeksi seperti epididimitis, prostatitis, atau penyakit menular seksual (contoh: klamidia dan gonore) dapat merusak saluran sperma, mengurangi mobilitas sperma, atau menyebabkan peradangan kronis.

Pemeriksaan untuk Mendiagnosis Infeksi

  1. Analisis Cairan Semen:

    • Normal: Tidak ada tanda infeksi (sel darah putih dalam semen <1 juta/ml).
    • Infeksi: Peningkatan jumlah leukosit atau adanya bakteri.
  2. Tes Kultur Mikroorganisme:

    • Hasil Normal: Tidak ada pertumbuhan bakteri.
    • Infeksi: Adanya bakteri patogen seperti Escherichia coli atau Neisseria gonorrhoeae.

Peran Dokter Andrologi:

  • Memberikan antibiotik untuk mengatasi infeksi.
  • Menganjurkan tindakan lanjutan jika ada kerusakan permanen pada saluran sperma.

4. Torsio Testis

Mengapa Torsio Testis Mengganggu Kesuburan?

Torsio testis adalah keadaan darurat medis di mana testis terpelintir, memutus aliran darah. Jika tidak segera diatasi, dapat menyebabkan kerusakan permanen pada jaringan testis dan mengurangi produksi sperma.

Pemeriksaan untuk Mendiagnosis Torsio Testis

  1. Pemeriksaan Fisik:

    • Normal: Testis dalam posisi normal dan tanpa nyeri.
    • Torsio: Testis terasa nyeri parah, dengan posisi abnormal.
  2. USG Doppler:

    • Hasil Normal: Aliran darah ke testis normal.
    • Torsio: Tidak ada aliran darah ke testis yang terkena.

Peran Dokter Andrologi:

  • Melakukan operasi darurat untuk mengembalikan posisi testis dan memulihkan aliran darah.
  • Mengelola komplikasi jangka panjang yang mungkin timbul.

5. Penyakit Sistemik (Diabetes Mellitus)

Mengapa Diabetes Mengganggu Kesuburan?

Diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan neuropati, disfungsi ereksi, dan penurunan kualitas sperma akibat stres oksidatif.

Pemeriksaan untuk Mendiagnosis Dampak Diabetes pada Kesuburan

  1. Analisis Sperma:

    • Normal: Jumlah sperma >15 juta/ml; motilitas progresif >32%.
    • Diabetes: Motilitas sperma rendah atau fragmentasi DNA sperma tinggi.
  2. Tes HbA1c:

    • Normal: <6,5%.
    • Diabetes yang tidak terkontrol: HbA1c ≥6,5%.

Peran Dokter Andrologi:

  • Memberikan terapi kontrol gula darah.
  • Merekomendasikan terapi antioksidan untuk meningkatkan kualitas sperma.

Penyakit yang Mengganggu Kesuburan Pria

Varikokel, hipogonadisme, infeksi, torsio testis, dan diabetes merupakan beberapa penyakit yang dapat mengganggu kesuburan pria. Pemeriksaan menyeluruh oleh dokter andrologi, termasuk analisis sperma, tes hormon, dan prosedur pencitraan seperti USG, penting untuk menentukan penyebab dan memberikan pengobatan yang tepat. Dengan deteksi dini dan intervensi yang sesuai, peluang keberhasilan dalam program hamil dapat meningkat.

Apakah Suami Anda pernah memeriksakan kesehatan reproduksi? Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter andrologi untuk solusi terbaik.


Rangkuman Link Kebutuhan Promil disini ya.

-------------------------------

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Jejak Bacaan Anda disini!

Featured Post

Cerita Promilku - Part 1 Cara Awal Promil

NEVER UNDERESTIMATE YOURSELF. DAN KARENA MENURUTKU TIDAK ADA USAHA YANG SIA-SIA MAKA MARI BERCERITA ___ Let's dive into the world of PRO...