Monday, November 25, 2024

Cerita Promilku - Part 5 Info terkait IVF

NEVER UNDERESTIMATE YOURSELF

DAN KARENA MENURUTKU TIDAK ADA USAHA YANG SIA-SIA

MAKA MARI BERCERITA

___

Let's dive into the world of PROMIL - Part 5!

___

Oleh Bubu Eyza

Hallo semuanya. Lanjut baca terkait IVF yukk

___

Proses IVF (In Vitro Fertilization) biasanya memakan waktu sekitar 4 hingga 6 minggu untuk setiap siklus lengkap, tergantung pada respons tubuh terhadap pengobatan dan prosedur. Berikut adalah penjabaran rinci dari durasi dan tahapan proses IVF, serta kapan pemeriksaan-pemeriksaan seperti hormon dilakukan:

1. Tahap Konsultasi dan Persiapan (1-2 Minggu)

  • Konsultasi Awal: Pada tahap ini, dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kesehatan reproduksi pasangan. Riwayat kesehatan dan hasil pemeriksaan fisik akan membantu dokter menyusun rencana IVF.
  • Tes Hormon Awal: Dokter akan melakukan tes darah untuk memeriksa kadar hormon seperti FSH (Follicle Stimulating Hormone), LH (Luteinizing Hormone), estradiol, dan AMH (Anti-Müllerian Hormone). Hormon-hormon ini mengukur cadangan ovarium dan kemampuan tubuh untuk merespons stimulasi. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan pada hari ke-2 atau ke-3 dari siklus menstruasi.
  • USG Transvaginal: Dilakukan untuk melihat kondisi ovarium dan rahim, serta memastikan tidak ada kista atau gangguan lain yang dapat mempengaruhi proses IVF.
  • Pemeriksaan Kesehatan Umum: Pemeriksaan seperti tes darah lengkap, infeksi menular seksual (HIV, hepatitis), serta tes sperma untuk pasangan pria juga dilakukan pada tahap awal ini.

2. Tahap Stimulasi Ovarium (10-14 Hari)

  • Suntikan Hormon Stimulasi: Pada tahap ini, wanita akan menerima suntikan hormon gonadotropin untuk merangsang ovarium agar memproduksi lebih banyak sel telur. Suntikan ini diberikan setiap hari selama 8-14 hari, tergantung respons tubuh terhadap obat.

  • Pemantauan dengan USG dan Tes Hormon: Selama masa stimulasi, pemantauan rutin dilakukan dengan USG transvaginal untuk melihat perkembangan folikel, serta tes estradiol (E2) untuk memeriksa respons ovarium. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan setiap 2-3 hari sekali.

    Pemeriksaan tambahan:

    • Jika pertumbuhan folikel sudah mencapai ukuran yang sesuai (18-20 mm), dokter akan menghentikan suntikan hormon dan melanjutkan ke tahap pematangan sel telur.

3. Tahap Pemicu Ovulasi (1 Hari)

  • Injeksi Pemicu Ovulasi (HCG atau Gonadotropin): Setelah folikel cukup matang, wanita akan diberikan suntikan pemicu ovulasi (biasanya hormon hCG) untuk merangsang pelepasan sel telur dari folikel. Injeksi ini dilakukan sekitar 36 jam sebelum pengambilan sel telur (Ovum Pick-Up) untuk memastikan sel telur berada pada tahap perkembangan yang optimal.

4. Pengambilan Sel Telur (Ovum Pick-Up) (1 Hari)

  • Prosedur Pengambilan Sel Telur: Ini adalah prosedur invasif minimal yang dilakukan sekitar 34-36 jam setelah injeksi pemicu ovulasi. Dengan bantuan USG, dokter akan memasukkan jarum ke dalam ovarium melalui vagina untuk mengambil sel telur yang sudah matang. Prosedur ini memakan waktu sekitar 20-30 menit dan biasanya dilakukan dengan anestesi ringan.
  • Pemantauan Hormon Progesteron: Setelah pengambilan sel telur, dokter mungkin akan memeriksa kadar hormon progesteron untuk memastikan lingkungan rahim siap untuk implantasi embrio nanti.

5. Fertilisasi di Laboratorium (3-5 Hari)

  • Proses Fertilisasi: Sel telur yang telah diambil akan dicampur dengan sperma pasangan (atau donor) di laboratorium. Pembuahan ini terjadi dalam waktu 12-24 jam setelah sel telur dan sperma dipertemukan.
  • Kultur Embrio: Embrio yang dihasilkan akan dibiarkan berkembang selama 3-5 hari. Pada hari ke-3, embrio disebut "embrio tahap awal," sedangkan pada hari ke-5 disebut "blastokista." Blastokista umumnya lebih siap untuk implantasi ke rahim.

6. Transfer Embrio (1 Hari)

  • Transfer Embrio: Setelah embrio berkembang dengan baik, dokter akan memilih embrio terbaik untuk ditransfer ke rahim. Transfer ini dilakukan menggunakan kateter tipis yang dimasukkan ke rahim melalui vagina. Prosedur ini tidak memerlukan anestesi dan biasanya dilakukan 3 atau 5 hari setelah pengambilan sel telur.

    Pemeriksaan hormon: Beberapa hari sebelum transfer, hormon progesteron akan dipantau untuk memastikan bahwa lapisan endometrium di rahim cukup tebal dan siap menerima embrio.

7. Pemantauan Pasca-Transfer dan Tes Kehamilan (10-14 Hari)

  • Dukungan Luteal: Setelah transfer embrio, wanita mungkin akan diberikan suplemen progesteron untuk membantu mendukung implantasi embrio di rahim. Suplemen ini bisa berupa injeksi, tablet, atau suppositoria.

  • Tes Kehamilan: Sekitar 10-14 hari setelah transfer embrio, dokter akan melakukan tes darah untuk mengukur kadar hCG (human chorionic gonadotropin), hormon yang menandakan kehamilan. Jika hasil tes positif, kehamilan akan dipantau lebih lanjut dengan USG.

    Pemeriksaan hormon lanjutan: Jika kehamilan berhasil terjadi, kadar hormon kehamilan (hCG) dan progesteron akan terus dipantau untuk memastikan kehamilan berlangsung dengan baik.


Rangkuman Jadwal Pemeriksaan Selama Proses IVF:

  • Hari ke-2/3 dari siklus menstruasi: Tes hormon dasar (FSH, LH, AMH, estradiol) dan USG transvaginal untuk evaluasi awal.
  • Selama stimulasi ovarium (10-14 hari): Pemantauan rutin setiap 2-3 hari sekali dengan USG dan tes estradiol untuk memantau perkembangan folikel.
  • Sebelum pengambilan sel telur: Tes progesteron untuk memeriksa kesiapan rahim.
  • Pasca transfer embrio: Pemantauan hormon progesteron dan hCG sekitar 10-14 hari setelah transfer embrio.

Total durasi proses IVF dari awal siklus menstruasi hingga tes kehamilan adalah sekitar 4 hingga 6 minggu, tergantung pada respons tubuh terhadap pengobatan dan tahapan proses yang dilalui.

-------------------------------

Baca juga tentang Persiapan Tubuh untuk menunjang Promil ya.

Rangkuman Link Kebutuhan Promil disini ya.

-------------------------------

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Jejak Bacaan Anda disini!

Featured Post

Cerita Promilku - Part 1 Cara Awal Promil

NEVER UNDERESTIMATE YOURSELF. DAN KARENA MENURUTKU TIDAK ADA USAHA YANG SIA-SIA MAKA MARI BERCERITA ___ Let's dive into the world of PRO...